Sabtu, 26 Oktober 2024

Radhan Story (Pembuka)

Ditegah – tengah kesadaran,...
Saat mencoba membuka mata,…
Terlihat pemandangan alam yang sangat menakjubkan, hujanan kabut warna – warni yang indah, entah bagaimana cara untuk melukiskannya. Di saat bingung, sejenak dari kejauhan ada satu sosok perempuan yang mencuri  perhatian, kabutpun sedikit demi sedikit ikut memudar seiring berjalan mendekatinya. Ketika itu samar – samar perempuan itu menoleh dan tersenyum sangat menawan, ingin mencoba berbicara padanya, tapi mulut tak bisa mengucap satu katapun. Walau sama-sama diam,  saat itu hanya ada perasaan tenang dan damai ketika melihatnya, sebuah rasa kesadaran bahwa ada impian dan harapan untuk melangkah ke masa depan yang di inginkan dan berharap dia yang akan mendampingi,…


Di hari minggu yang cerah,…


Pukul 05.00 WIB,…


         Ketika Adzan Subuh berkumandang, sang tokoh utama Radhan baru bangun dari tidurnya. Sesaat sebelum bangun untuk menjalankan sholat shubuh, Ada perasaan yang membuat dia girang, Radhan ingat bahwa dia memimpikan sesuatu,.. memimpikan seorang perempuan yang mempunyai senyum manis dan menawan.

Radhan (21), seorang pemuda yang mempunyai sifat pemalas dan kurang pandai bergaul di lingkungan sekitarnya. Tetapi dari semua sifat jeleknya, Radhan mempunyai prinsip untuk selalu menghormati orang yang lebih tua, dan tipe orang yang tidak pernah bisa melihat orang lain mengalami kesusahan. Radhan juga sangat tekun dalam beribadah, dan mungkin salah satu penyebab dia kurang pandai bergaul, karena semua hal yang menjadi prinsipnya bertentangan dengan kondisi dikehidupanya sekarang. Salah satu hobinya adalah menggambar,..

Setelah sholat shubuh, saat matahari menyambut indahnya pagi, di kamarnya Radhan berusaha mengingat wajah perempuan yang ada dalam mimpinya dengan cara menggambarnya di kertas. Tapi tetap saja dalam gambarnya ada yang membuat Radhan merasa ganjil, ada bagian yang salah dalam menggambar wajahnya. Untuk bagian hidung sampai mulutnya cukup mewakili senyum perempuan yang ada dalam mimpinya,  tapi untuk matanya tidak ada yang pas sama sekali. Dan sejauh apa Radhan mengingat  tetap saja salah dalam menggambar mata perempuan dalam mimpinya itu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar