Ditegah
– tengah kesadaran,...
Saat
mencoba membuka mata,…
Terlihat
pemandangan alam yang sangat menakjubkan, hujanan kabut warna – warni yang
indah, entah bagaimana cara untuk melukiskannya. Di saat bingung, sejenak dari
kejauhan ada satu sosok perempuan yang mencuri
perhatian, kabutpun sedikit demi sedikit ikut memudar seiring berjalan
mendekatinya. Ketika itu samar – samar perempuan itu menoleh dan tersenyum
sangat menawan, ingin mencoba berbicara padanya, tapi mulut tak bisa mengucap
satu katapun. Walau sama-sama diam, saat
itu hanya ada perasaan tenang dan damai ketika melihatnya, sebuah rasa kesadaran
bahwa ada impian dan harapan untuk melangkah ke masa depan yang di inginkan dan
berharap dia yang akan mendampingi,…
Di
hari minggu yang cerah,…
Pukul
05.00 WIB,…
Ketika Adzan Subuh berkumandang, sang
tokoh utama Radhan baru bangun dari tidurnya. Sesaat sebelum bangun untuk menjalankan
sholat shubuh, Ada perasaan yang membuat dia girang, Radhan ingat bahwa dia memimpikan
sesuatu,.. memimpikan seorang perempuan yang mempunyai senyum manis dan
menawan.
Radhan (21), seorang pemuda yang
mempunyai sifat pemalas dan kurang pandai bergaul di lingkungan sekitarnya.
Tetapi dari semua sifat jeleknya, Radhan mempunyai prinsip untuk selalu
menghormati orang yang lebih tua, dan tipe orang yang tidak pernah bisa melihat
orang lain mengalami kesusahan. Radhan juga sangat tekun dalam beribadah, dan
mungkin salah satu penyebab dia kurang pandai bergaul, karena semua hal yang
menjadi prinsipnya bertentangan dengan kondisi dikehidupanya sekarang. Salah
satu hobinya adalah menggambar,..
Setelah sholat shubuh, saat
matahari menyambut indahnya pagi, di kamarnya Radhan berusaha mengingat wajah
perempuan yang ada dalam mimpinya dengan cara menggambarnya di kertas. Tapi
tetap saja dalam gambarnya ada yang membuat Radhan merasa ganjil, ada bagian
yang salah dalam menggambar wajahnya. Untuk bagian hidung sampai mulutnya cukup
mewakili senyum perempuan yang ada dalam mimpinya, tapi untuk matanya tidak ada yang pas sama
sekali. Dan sejauh apa Radhan mengingat tetap saja salah dalam menggambar mata
perempuan dalam mimpinya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar